Cpx24.com CPM Program

Empat Mata XXX : Balas budi Vega Ngatini

Rabu, 09 Maret 2011
Istrinya yang hamil tua, membuat tukul kelimpungan untuk melampiaskan nafsu biologis yang biasanya rutin tersalurkan dengan istrinya susi similikiti weleh weleh, ditambah lagi pekerjaannya sebagai host Empat Mata yang sehari-hari ditemeni oleh Vega yang seksi dan tamu-tamu yang sering tampil menggoda, membuat tukul makin mupeng dan tak tersalurkan. Hal ini berimbas pada performa dia saat tampil sebagai Host, yang biasanya lebih bisa mengeluarkan lawakan2 ringan yang mengena, menjadi lebih banyak seriusnya hingga rating acaranya semakin turun.

Hal ini memang disadari sendiri oleh tukul dan seluruh crew empat mata. Saat take syuting selesai dan semua mulai mempersiapkan diri untuk pulang, Tukul masih terdiam di kursi ruang ganti dengan kepala tertunduk lesu. Dia sadar kalo begini terus, acaranya bisa tutup dan dia kembali lagi ke masa2 dulu yang penuh kemiskinan, dia khawatir anak istrinya tidak siap untuk kembali lagi ke masa2 susah seperti dulu.

Saat Tukul merenungi nasibnya, Vega datang untuk pamit pulang. Tapi karena sedang melamun Tukul tidak langsung merespon hingga Vega merasa khawatir dengan Tukul.
"Ada apa mas, kok kayak lagi banyak pikiran" tanya Vega
"Ah, enggak ada apa-apa kok veg..." elak Tukul tapi setelah itu diselingi dengan tarikan nafas panjang yang menandakan pikiran yang penuh.
Ngeliat itu, vega duduk didepan Tukul.
"Ada apa sih mas... kayaknya pusing banget... sapa tau saya bisa bantu"
Setelah lama dibujuk oleh Vega, Tukul pun bercerita kekhawatirannya kalau rating show nya turun terus, bisa2 acaranya ditutup dan semua orang yang terlibat didalamnya bisa kehilangan pekerjaan.
Vega merasakan hal yang sama, dilingkupi oleh kekhawatiran yang sama, tapi mencoba untuk bersikap tegar dan dewasa.
"Udah lah mas, itu sih masalah rejeki, sudah ada yang ngatur, seenggaknya saya sih udah sampe sejauh ini pun sudah bersyukur mas, ga nyangka bisa kayak gini juga, kalau ga berkat mas Tukul, mungkin saya ga kayak gini mas", ucap Vega lirih, tanpa terasa matanya berkaca-kaca dan kemudian air matanya mengalir di pipinya yang putih mulus.
Ngeliat itu Tukul refleks merangkul bahu Vega untuk menenangkannya..
"Ga lah Veg, ini semua bukan cuman karena saya, tapi kamu juga, yang lain juga... tapi kalo walaupun entar acara ini berhenti, kamu jangan lupain saya ya Veg..." bisik Tukul lirih..
Mendengar itu, tangis vega pun menjadi, dia bergerak memeluk tukul hingga dadanya yang saat itu menggunakan pakaian yang menunjukan belahan dadanya yang montok, menempel di dada tukul. Walaupun kondisi sedang sedih, sentuhan toket Vega didadanya menghidupkan nafsu birahinya yang selama ini tak tersalurkan dan menjadi biang semua masalah yang ada. Tangannya bergerak merangkul badan Vega, semula hanya mengelus-elus punggungnya seiring dengan naiknya birahi tukul, elus-elus itu berubah menjadi remasan-remasan kecil di punggungnya, kemudian bergerak ke bawah ke arah pinggangnya. Wangi tubuh Vega terhirup oleh hidung tukul semakin memperkeruh pikirannya. Perlahan bibirnya mencium rambut Vega kemudian bergerak ke telinganya.
Menyadari ada perubahan sikap, Vega bergerak merespon, menolak badan tukul untuk menjauh.
"Mas Tukul, apa-apa in sih... inget mbak susi mas yang lagi hamil" sungut Vega agak marah.
Tukul kemudiann sadar, kemudian bergerak menjauh.
"Iya Veg, maaf banget, aku ga tahan Veg... udah ampir 7 bulan aku ga dapet..." kata tukul lirih..
"Lho, masak sih mas? kok bisa??" Vega yang semula marah bertanya heran
"Iya Veg, itulah yang bikin aku pusing Veg, tiap aku minta, Susi malah marah2, kayaknya bawaan dari oroknya tuh, sejak hamil jadi gitu" tukul berkata pelan..
Vega termenung mendengar cerita tukul, dia tau tukul tidak berbohong, pikirannya langsung berkata bahwa ini adalah pangkal dari semua permasalahan yang ada, Vega paham, kondisi di rumah yang tidak mendukung membuat tukul stress dan tidak lepas lagi dalam becanda hingga acaranya semakin lama semakin garing.
Walaupun sudah agak reda, nafsu tukul masih menyala-nyala, apalagi melihat sosok tubuh seksi Vega yang hanya beberapa senti didepannya, wangi tubuh Vega semakin menyulut nafsu tukul.
"Veg, bantuin aku dong Veg, aku udah ga tahan lagi kayak gini.." tukul memelas...
"Maksudnya bantuin gimana mas?"
"yaa... bantuin aku supaya pikiranku lepas.."
"maksudnya?..." pikiran Vega mulai menebak-nebak, akhirnya "hah??.. maksudnya aku musti gantiin mbak susi ngeladenin mas tukul?, enggak ah mas!!" ujar Vega sengit, dia ga percaya tukul meminta hal seperti itu... emangnya dia barang cadangan yang bisa dipake seenaknya...
"iya..sih.. aku memang minta terlalu banyak Veg..tapi kalo kamu ga mau.. ya gapapa deh.." kata tukul menghiba, kemudian berdiri menjauhi Vega..
Melihat itu, Vega kasihan juga
"Ya sudah mas, aku mau bantu" kata Vega pelan...
Tukul seolah tak percaya dengan pendengarannya, "bener Veg??".. tanya tukul memastikan...
"Iya... tapi pake tangan aja ya mas..." kata Vega, dia sendiri ga percaya dia menyanggupi permintaan tak senonoh itu.

Untuk membaca secara lengkap silahkan klik

0 komentar:

Poskan Komentar

 
  

Adult Blog Directory

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Penggemar Cerita

Cerita Seru
 

© 2010 17tahun